Skip to main content
KOMPI AJAIB

follow us

CTR Adsense Meningkat Berkat Templates KompiFlex dari KompiAjaib

CTR Adsense Meningkat Berkat Templates KompiFlex dari KompiAjaib - BPK Adsense stagnan dikisaran 200-500 rupiah? CTR Adsense juga stagnan.., dikisaran 1-2 persen? Jika iya, kita SAMA..!

Iya, BPK dan CTR Adsense saya mengenaskan juga. Tapi itu dulu, sebelum saya mengenal Mas Adhy Suryadi dari Kompi Ajaib.

Kok bisa? Memangnya mas Adhy bisa naikin CTR sama BPK Adsense?

Ya..tentu saja tidak, bukan mas Adhy nya yang bisa naikin BPK dan CTR Adsense, terutama untuk CTR Adsense, tapi templates blog nya mas Adhy yang bisa naikkan CTR Adsense saya.

Terus, gimana caranya? Dan templates blogger yang mana?

Baiklah, saya akan bagikan pengalaman saya menggunakan templates premium dari mas Adhy Kompi Ajaib.

Perkenalan pertama saya dengan mas Adhy adalah di grup Google+ Publisher Adsense Indonesia. Dari grup G+ ini saya belajar banyak, mulai dari kiat untuk diterima sebagai publisher Adsense hingga pada kiat teknis dunia pe-blogger-an.

Perkenalan pertama saya dengan dunia blogging sekitar tahun 2008. Namun pada saat itu, saya belum paham betul apa itu blog, ngeblog, dan blogger.

Begitu pula dengan Google Adsense.

Yang saya tahu tentang Google Adsense saat itu adalah, bagaimana kita dapat menghasilkan uang dari Internet.

Intinya, pada saat itu saya tahu, jika ingin menghasilkan uang dari Internet maka harus memiliki Google Adsense.

Singkat cerita, saya mulai membuat blog (blogspot), yang tentu saja saya masih belum tahu bagaimana cara membeli domain TLD, teknis penyettingan, dan sebagainya.

Jadi saya memilih yang gratisan yakni blogspot dari Google sendiri.

Dari sana saya mendaftarkan blog saya ke Google Adsense agar bisa diterima menjadi salah satu publishernya.

Namun, hingga tahun 2012 saya selalu ditolak.

Putus asa, saya berhenti ngeblog.

Karena kesibukan saya di dunia kerja, saya mulai melupakan dunia blogging.

Lalu kemudian, pada tahun 2017, saya berhasrat kembali untuk terjun ke dunia Blogging.

Saya kembali ke dunia blogging saat ini bukan karena saya ingin diterima sebagai Publisher Google Adsense, atau bukan karena ingin menghasilkan uang dari Internet.

Saya kembali ke dunia blogging, murni karena saya ingin membantu masyarakat yang ingin mendapatkan keadilan di dunia peradilan Indonesia.

Iya, pekerjaan saya adalah PNS.

Sebagai salah satu aparatur sipil negara di salah satu Pengadilan Negeri di Indonesia.

Blog yang saya buat memang saya dedikasikan untuk mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang dunia peradilan, beracara di pengadilan dan sebagainya.

Singkat cerita, saya pun membeli domain TLD dengan nama awambicara (https://www.awambicara.id), dan saya membeli templates dari sora templates, yakni vipi templates blog.

Blog awambicara ini mulai online sekitar pertengahan bulan Februari 2017, dan didaftarkan ke Google Adsense serta diterima Google Adsense sekitar bulan Mei 2017.

Hampir satu tahun saya menggunakan templates vipi tersebut, dengan penghasilan Adsense dibulan pertama saya ngeblog hanya sekitar 12ribu rupiah.

Bulan berikutnya hanya 30ribu rupiah, lalu pada bulan November 2017 sekitar 400rb rupiah dan bulan Desember 800rb rupiah.

Saat itu, PV blog saya sekitar 10ribu hingga 30ribu perbulan.

Dan CTR paling tinggi 2,06 persen.

Ketika itu, saya benar-benar tidak memahami apa itu CTR, CPC, RPM dan lain sebagainya yang menjadi istilah-istilah Google Adsense.

Dan saya kira saya tidak harus menjelaskan apa itu CTR di sini, karena saya yakin pembaca artikel khusus tentang bagaimana cara meningkatkan CTR Google Adsense ini sudah sangat memahami tentang apa itu CTR, CPC dan istilah-istilah lain di Google Adsense.

Jadi, saya hanya fokus pada bagaimana templates nya mas Adhy Suryadi dari Kompi Ajaib bisa meningkatkan CTR Google Adsense saya.

Selanjutnya, saya mulai memahami, bahwa selain meningkatkan trafik blog atau pengunjung blog, meningkatkan Klik Rasio Adsense juga penting untuk meningkatkan penghasilan Google Adsense itu sendiri.

Untuk itu, di umur blog yang hampir satu tahun, saya berkeinginan untuk mengganti templates blog yang responsif, loadingnya cepat, dan tentu saja meningkatkan CTR Google Adsense.

Kemudian, saya memposting pertanyaan tentang templates yang bagus untuk blog, dan salah satu member memperkenalkan saya pada templates mas Adhy ini.

Akhirnya saya mencoba mencari tahu bagaimana bentuk dan tampilan dari templates tersebut.

Diberi nama oleh mas Adhy Suryadi dengan sebutan KompiFlexible.

Mungkin maksudnya, karena biar blog kita lebih flexible dalam penggunaannya, terutama dalam penyettingannya.

Sesuai namanya KompiFlex memang benar-benar sangat flexible.

Di deskripsinya sendiri mengatakan:
Sangat cocok untuk blog personal, mendukung postingan video Youtube dan otomatis akan memiliki thumbnail video di homepage. Search box menggunakan Google Custom Search dengan Overlay untuk layout hasil pencarian dengan setting yang mudah. Mendukung tag table, pre, code di dalam postingan. Saya sudah mencoba di 3 browser, Chrome, Firefox, IE dan template berjalan sempurna.

Bagaimana Templates KompiFlex dapat meningkatkan CTR Google Adsense saya?

Templates ini adalah templates 1 kolom, dengan header, sidebar dan bottom bar.

Yang membuat saya menyukai templates ini adalah, khusus untuk sidebar dan bottom bar nya apabila dilihat dari versi mobile tidak ditampilkan.

Sehingga, untuk kecepatan loadingnya, hanya 4 persen, dan nilai tersebut untuk templates blog non AMP cukup cepat.


Kelebihan lainnya adalah, related post di tengah artikel, yang dibuat secara otomatis, dan di atasnya bisa kita letakkan kode adsense, sehingga kita tidak perlu lagi untuk mengedit templates untuk menampilkan iklan di tengah postingan.

Sedangkan bagian headernya, ada juga slot untuk iklan, dan menu dropdown.

Memiliki templates yang cukup kenceng terutama untuk blog non AMP sudah cukup memuaskan untuk saya, namun ternyata saya menemukan kelebihan lainnya.

KompiFlex ini didesain dengan 3 slot iklan didalam Artikel, 1 di header, 1 iklan ukuran baliho dibawah menu, penempatan iklan feed native di home, serta slot iklan di sidebar.

Untuk iklan di atas artikel, slot yang diberikan oleh KompiFlex adalah iklan ukuran 338 x 280 atau 300 x 250.



Sedangkan untuk tengah artikel, diatas related post tengah artikel untuk iklan in-text article, dan bawah post untuk ukuran 300 x 250.

Memang penempatan iklan tersebut adalah penempatan iklan standar yang biasa dipasang oleh para publisher adsense.

Pertanyaannya adalah, jika memang sama dengan yang lainnya, mengapa punya saya CTR bisa tinggi?

Di sinilah letak kelebihan dan perbedaannya templates KompiFlex dari kompi ajaib.

Ada hal yang tidak sengaja saya temukan di templates KompiFlex-nya kompi ajaib. Yakni mengatur letak kode iklan di bawah tag heading pertama didalam artikel.

Maksudnya?

Jadi, setelah saya menonton webinar Google Adsense tanggal 24 Mei 2018 "Resep Sukses Meningkatkan Pendapatan Adsense", saya memahami bahwa, Google lebih mengutamakan blog atau web yang memperhatikan pengalaman pengguna.

Yakni, pengalaman dan kenyamanan pengguna/ user.

Jadi blog atau web yang lebih mengutamakan pengalaman pengguna, dalam hal ini kenyamanan pengguna ketika ia berselancar di situs web/ blog kita.

Di mana, pada saat membuka konten situs web/blog kita, yang pertama kali disajikan kepada user adalah "KONTEN" bukan iklan, dan apapun itu selain konten.

Jadi yang dilihat pertama oleh pengguna dari membuka blog kita adalah konten, bukan iklan.


Karena itu, saya mencoba untuk mengurangi jumlah iklan yang ada di bagian atas konten atau sering disebut dengan "Above the Fold", yang mana membuat konten kita terdorong ke bawah, dan jadinya yang pertama muncul di perangkat user saat membuka web/ blog adalah iklan bukan konten.

Permasalahannya sekarang adalah, saya jadi tidak menggunakan slot iklan di header dan di bawah menu templates KompiFlex, dan itu sangat merugikan tentunya.

Untuk itu, saya tetap menggunakan salah satu dari slot iklan paling atas yakni di header atau di bawah menu untuk iklan ukuran baliho.

Dan untuk iklan di atas postingan, saya tiadakan/hapus.

Jadi di bagian atas, saya hanya menggunakan slot iklan Baliho dibawah menu.

Oh ya, karena templates blog KompiFlex ini memiliki menu dropdown, apakah tidak melanggar pedoman dari Google Adsense?

TIDAK!

Karena, yang melanggar pedoman Google Adsense untuk iklan yang berada di bawah menu dropdown adalah di versi mobile, sedangkan templates KompiFlex, jika menu di klik dalam versi mobile, maka iklan akan terdorong kebawah, bukan berada di baliknya, sehingga tidak melanggar kebijakan Google Adsense.

Selanjutnya, Apakah tidak sayang iklan di atas postingan dihapus?

Sayang memang, tapi jika saya paksakan untuk tetap memasang iklan di bawah postingan maka pengalaman pengguna diblog saya menjadi sangat buruk, karena semua konten terdorong oleh 2 slot iklan, yakni baliho di bawah menu dan iklan di atas postingan.

Jadi bagaimana saya mengakalinya?

Akhirnya sebelum saya menghapus slot iklan di atas postingan, saya mencoba-coba untuk menambahkan 1 unit iklan lagi yang berada di tengah postingan/artikel.

Jadi sekarang didalam artikel ada 4 slot iklan, bukan 3 lagi.

Dan setelah saya berhasil menempatkan 1 slot iklan tengah postingan, yakni berada di atas slot iklan tengah artikel diatas related post, kode iklan di atas postingan saya hapus.

Di sinilah saya secara tidak sengaja menemukan "keajaiban" dari templates KompiFlex.

Slot iklan di tengah artikel baru yang saya buat ternyata berada tepat di bawah tag H2 (Heading) pertama di dalam artikel.

Sehingga, dengan cukup membuat dan menempatkan tag heading pertama di bagian-bagian atau di alinea tertentu di dalam artikel, slot iklan otomatis berada di bawahnya.

Saya seperti menemukan tambang emas..Saya yakin dengan ini saya bisa menempatkan iklan di bagian tengah artikel pertama sesuka hati saya.


Jadi, agar pengalaman pengguna tetap menjadi perhatian saya, dan konten tetap menjadi yang pertama muncul jika dibuka user, iklan pertama di dalam artikel saya letakkan di alinea pertama atau kedua artikel.

Sehingga, yang dilihat user pertama kali adalah iklan (baliho), judul konten, dan isi konten (alinea pertama atau kedua), kemudian iklan lagi, setelah itu konten, lanjut iklan di tengah artikel pas di atas related post, selanjutnya konten dan ditutup oleh iklan kembali.

Keuntungannya, iklan yang saya tempatkan tidak mengganggu kenyamanan pengguna saat berselancar di blog saya.

Dan keuntungan lainnya CTR saya melesat tajam.


Dari hasil eksperimen ini, saya banyak mendapatkan pelajaran.

1. Google Selalu Menyarankan untuk mengutamakan Pengalaman Pengguna

Google, dengan segudang pengalamannya, selalu menyatakan kepada blogger untuk lebih mengutamakan pengalaman penggunanya. Yakni terutama saat pertama situs web/blog dibuka user (above the fold) maka yang harus terlihat adalah konten, bukan iklan.

Dan apa yang dikatakan Google itu memang benar adanya, karena user menunju blog kita bukan karena ingin mengklik iklan, namun karena tertarik untuk membaca artikel kita.

2. Kebiasaan Blogger

Jika Anda seorang blogger, tentu paham betul teknik penulisan yang mengundang pembaca, yakni tentang judul yang clickbait, atau alinea pertama yang mengungkapkan garis besar isi artikel, tapi belum pada penjelasannya.

Alinea pertama biasanya hanya berisi kata-kata pembuka yang.., bisa dikatakan kalimat pengantarlah..dan kalimat pembuka atau pengantar ini biasanya dengan cepat ditinggalkan user, mereka buru-buru menuju isi atau inti dari artikel, yang biasanya terletak di tengah atau akhir artikel.

Jadi, ketika mereka telah membaca isi atau inti dari artikel, dan memahaminya, baru kemudian mereka tertarik dengan hal yang lainnya, bisa konten atau artikel kita yang lain, bisa juga tertarik dengan iklan yang ditampilkan.

Artinya, kita memberikan keleluasaan kepada user untuk memilih membaca artikel terlebih dahulu tanpa terganggu dengan iklan (yang biasanya untuk pertama dibaca sekilas lalu diabaikan), baru kemudian membiarkan mereka untuk memilih berselancar di situs web/blog kita.

3. Kebiasaan User

User atau pengguna, terutama pengguna dari Indonesia kebanyakan adalah orang yang tidak sabaran (termasuk saya).

Jika tertarik dengan sebuah artikel dari sebuah situs web/blog, dengan membaca judulnya maka saat dia membaca kalimat pembuka (alinea pertama) yang sebut saja bertele-tele, atau belum kepada inti dari artikel itu sendiri, maka ia akan mengabaikannya dan menggeser artikel hingga ke tengah/bawah sampai ia menemukan inti dari artikel tersebut.

Pada waktu itu, yang ia baca hanyalah sekilas-sekilas, baik itu konten, maupun iklan.


Setelah ia mulai membaca dengan teliti isi dan intin dari konten baru kemudian di tertarik dengan hal lainnya.

Contoh:
Saat saya membuat artikel tentang "Contoh Soal Psikotes Masuk Kerja", dalam kategori belajar tentang Psikotes dalam blog saya, maka yang dilihat user bukanlah pengantar dari artikel tersebut, namun apa saja tips yang akan saya berikan, contoh soal, kunci jawaban dan pembahasannya.

Ketika mereka selesai membaca, maka kemudian mereka akan tertarik dengan artikel saya yang lainnya yang masih berhubungan dengan artikel tersebut.

Dan jika iklan yang ditampilkan sesuai atau relevan dengan yang mereka cari, maka mereka baru akan mengklik iklan yang ada, yang sebelumnya hanya mereka lihat sekilas.

Karena itu, untuk iklan di header yakni di bawah menu dropdown, atau iklan di bawah tag H2 (heading) saya biasanya menempatkan unit iklan tautan, karena lebih menarik user untuk mengkliknya.

Sebab, unik iklan tautan biasanya isinya sesuai atau relevan dengan artikel yang user buka dan baca.

Selanjutnya, sejak saya menggunakan templates KompiFlex dari Kompi Ajaibnya mas Adhy Suryadi, klik rasio iklan saya (CTR) nya meningkat, yakni berkisar antara 3 sd 6 persen, setiap harinya.

Itulah tadi pengalaman saya tentang bagaimana saya meningkatkan CTR Google Adsense dengan Templates KompiFlex dari KompiAjaib.

Postingan ini dikirim oleh:

Belajar dan selalu belajar dari mana dan apapun juga.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar