Skip to main content

Cepat Ditanggapi, 3 Alasan Menggunakan Bahasa Inggris saat Banding DMCA

Cepat Ditanggapi, 3 Alasan Menggunakan Bahasa Inggris saat Banding DMCA - Kali ini saya akan mencoba membagikan pengalaman saya saat terkena Laporan Palsu perihal artikel saya yang terkena DMCA dan dianggap melanggar hak cipta milik orang lain. Dimana hal tersebut mengakibatkan artikel yang dilaporkan terkena deindex oleh Google dan status artikel yang sudah terpublikasi kembali menjadi draft.

Halo sahabat blogger, saya Dirga penulis dari blog dirga.id. Bila kalian membaca tulisan saya ini di blog Kompi Ajaib. Itu tandanya salah satu mimpi kecil saya sebagai seorang blogger sudah terpenuhi yaitu menjadi penulis tamu di blog Kompi Ajaib ini.

Alasan Menggunakan Bahasa Inggis saat Banding DMCA

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa bila kita mengajukan banding DMCA menggunakan Bahasa Inggris maka aduan kita akan lebih cepat ditanggapi.

Oleh karna itu, di sini saya akan menjelaskan kenapa kita harus menggunakan bahasa Inggris agar pengajuan banding DMCA yang kita lakukan bisa cepat ditanggapi oleh Google.

Berikut ini alasannya:

1. Cepat di Respon

Saat artikel blog kalian terkena pelanggaran DMCA padahal isinya tidak berupa tulisan yang melanggar peraturan seperti yang dituduhkan dalam pelaporan.

Pasti kalian akan melakukan banding DMCA agar artikel tersebut bisa kembali ditemukan di hasil pencarian Google. Namun biasanya saat mengisi alasan mengajukan banding, kalian akan menggunakan bahasa Indonesia.

Lalu setelah proses banding selesai,kalian mendapat balasan email yang berbunyi:

"Hi,
Thanks for reaching out to us! We're working to respond in Indonesian, but we're currently best able to answer in English. We apologize for this inconvenience.
We have received your legal request. We receive many such complaints each day; your message is in our queue, and we'll get to it as quickly as our workload permits."

Atau yang berbunyi kurang lebih sama seperti itu.

Oleh karna itu, untuk memudahkan Team Google dalam menanggapi keluhan kita. Ada baiknya untuk menggunakan bahasa Inggris, sehingga pengajuan banding yang dilakukan bisa cepat ditanggapi. Dan artikel yang kita miliki bisa cepat kembali terindeka oleh google.

Baca Juga: 3 Penjelasan Hubungan DMCA dengan Fitur Produk milik Google

2. Tidak ada Team DMCA Google di Indonesia

Mungkin ini bukan info yang valid, karena lebih terkesan seperti dugaan pribadi dari saya sendiri. Namun bila kita perhatikan, peraturan seperti DMCA memang berasal dari Amerika Serikat.

Menurut Wikipedia: Digital Millennium Copyright Act adalah hukum hak cipta Amerika Serikat yang memberlakukan dua perjanjian World Intellectual Property Organization tahun 1996

Lalu apa hubungannya dengan pernyataan "Tidak ada Team DMCA Google di Indonesia?" seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Bahwa ini merupakan Hukum Hak Cipta Amerika Serikat, yang mungkin hanya berlaku di sana.

Karena setiap negara pasti memiliki peraturan perundang-undangannya tersendiri seperti Indonesia dengam UUD 1945.

Nah karena DMCA merupakan hukum yang berlaku di USA maka Google hanya memiliki team yang mengurus hal ini di Kantor Pusat mereka.

Perihal kenapa konten yang berasal dari luar USA juga ikut terkena efek DMCA sendiri ya karna server utama Google juga di Amerika Serikat. Sehingga mereka harus menerapkan hal ini di produk-produk dan layanan mereka.

Selain itu, fitur pelaporan DMCA juga memiliki manfaat tersendiri bagi mereka yang merasa konten blog/web-nya diduplikat orang bisa melaporkan kerugian tersebut agar pelaku cepat ditindak.

Meski dalam prakteknya ada juga yang memanfaatkan fitur ini untuk menjatuhkan artikel atau blog pesaing dengan cara tersebut.

Baca Juga: Cara Menghindari Pelanggaran DMCA ( Digital Millenium Copyright Act ) di Blog/Web

3. Google menggunakan Bot

Meski Google sendiri sudah menjadi sebuah perusahaan besar dan diisi oleh banyak karyawan-karyawan cerdas di dalammnya. Bukan berarti mereka tidak menggunakan Bot untuk menghandle pekerjaan seperti menanggapi pelaporan DMCA.

Ya... setelah beberapa kali menangani kasus pelaporan DMCA. Di mana ada orang membuat laporan palsu bahwa saya membagikan karya cipta buatannya secara gratis. Padahal artikel tersebut aslinya berisi tentang tutorial, akhirnya dari situ saya sering mengajukan banding DMCA.

Karena bisa dibilang hampir semua artikel dengan tema yang sama berhasil page one. Dan hampir setengahnya (dari yang page one) dilaporkan oleh orang tak dikenal.

Dari seringnya melakukan banding tersebut, saya menemukan bahwa Google sepertinya menggunakan bot untuk menjawab setiap pengaduan.

Ketika saya menjelaskan alasan banding menggunakan Bahasa Indoneaia pasti selalu mendapat balasan dengan bunyi:

"Hi,
Thanks for reaching out to us! We're working to respond in Indonesian, but we're currently best able to answer in English. We apologize for this inconvenience.
We have received your legal request. We receive many such complaints each day; your message is in our queue, and we'll get to it as quickly as our workload permits."

Atau mirip-mirip seperti itu, sehingga saya menarik kesimpulan bahwa mungkin Google menggunakan Bot untuk menjawabnya.

Ketika saya tidak menggunakan Bahasa Inggris maka bot akan mengidentifikasi bahasa apa yang saya gunakan.

Namun untuk pemrosesan selanjutnya seperti mengartikan apa yang saya katakan, baru nantinya diurus oleh "Manusia" (baca=karyawan google)

Sayangnya, setelah itu tidak ada lanjutan apakah kasus kita ini akan ditindak lanjuti atau laporan kita diterima.

Sedangkan bila saya menuliskan alasan banding menggunakan Bahasa Inggris maka jawabannya selalu sama yaitu:

"Hi,
Thanks for reaching out to us!
We have received your legal request. We receive many such complaints each day; your message is in our queue, and we'll get to it as quickly as our workload permits."

Mungkin terlihat tidak terlaku beda dari sebelumnya, namun ketika balasannya seperti ini saya mulai yakin bahwa Gooogle benar-benar menanggapi aduan saya.

Dan sejauh ini benar saja, akan ada beberapa balasan lagi dari Google dalam rangka menanggapi aduan kita.

Ketika alasan yang kita ajukan dirasa benar, maka DMCA Google akan membalas:

"Hello,
Thanks for reaching out to us.
As described in 17 U.S.C. 512(g), we will forward the counter notification to the complainant. If we do not receive notice from the complainant that they have brought an action in the district court within 14 days, we will reinstate the material in question on Blogger. We appreciate your patience in this process."

Yang pada intinya Google akan mencoba mengkonfirmasi kepada pelapor apakah benar aduan saya perihal tidak melanggar hak cipta seperti yang dilaporkan.

Jika tidak ada balasan dari pelapor atau pelapor membenarkan aduan saya. Maka artikel akan terpublish kembali dengan sendirinya.

Lebih tepatnya saat kalian sudah mendapat balasan seperti berikut:

"Hello,
In accordance with the DMCA, we have completed processing your counter notice and we have reinstated the content in question.
This post has been restored in draft version. You will need to sign into your account and republish it. Please let us know if we can assist you further."

Kalian coba saja masuk ke akun blogger kalian dan cek artikel yang terkena pelaporan dan tersimpan di draft, pasti kini sudah kembali terpublish secara otomatis.

Penutup

Itulah sedikit pembahasan yang bisa saya berikan perihal Alasan menggunakan Bahasa Inggris saat melakukan pengajuan banding DMCA. Semoga dapat menambah pengetahuan sesama sahabat blogger.

Dan semoga ke depannya semakin berkurang orang-orang yang menggunakan cara curang untuk menjatuhkan lawan, khususnya kita yang saling bersaing dalam dunia blogging dengan cara terus menghadirkan artikel-artikel berkualitas.

Postingan ini dikirim oleh:

Bacalah dan kamu akan mengenal dunia, tulislah dan dunia akan mengenalmu.

Berbagi itu peduli:

You Might Also Like:

Comment Policy:

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Buka Komentar
PrivacySitemap
©2020 KOMPI AJAIB